Fungsi coil di laptop
- Coil menyimpan energi dalam bentuk medan magnet saat MOSFET ON.
- Saat MOSFET OFF, energi dilepas ke beban.
- Proses ini terjadi ratusan ribu hingga jutaan kali per detik.
Menurunkan tegangan (Buck Converter)
Bersama IC PWM dan MOSFET, coil mengubah tegangan menjadi lebih rendah.
Contohnya:
- 19V → 5V
- 19V → 3.3V
- 5V → 1.8V
- 1.8V → 1.05V
- 1.05V → sekitar 0.8–1.2V untuk CPU
Tanpa coil, keluaran DC-DC masih berupa pulsa.
Coil bekerja bersama kapasitor agar menjadi tegangan DC yang stabil dan bersih.
Menyuplai arus besar
CPU dan GPU membutuhkan arus tinggi. Coil membantu menyediakan arus yang stabil tanpa penurunan tegangan yang besar.
CPU dan GPU membutuhkan arus tinggi. Coil membantu menyediakan arus yang stabil tanpa penurunan tegangan yang besar.
Pada laptop Lenovo IdeaPad S210 (BM5290 Rev 1.3)Sebagai bahan praktek
Coil dapat dibagi menjadi beberapa kelompok:
- Coil 3.3V ALW → menghasilkan 3.3V Always.
- Coil 5V ALW → menghasilkan 5V Always.
- Coil CPU → menghasilkan VCORE CPU (sekitar 0.8–1.2V).
- Coil RAM → sekitar 1.35V atau 1.5V.
- Coil PCH/Chipset → sekitar 1.05V atau 1.8V.
Cara mengecek coil
Saat laptop mati (tanpa adaptor):
- Ukur resistansi terhadap ground.
- Salah satu sisi coil biasanya terhubung ke MOSFET (input).
- Sisi lainnya adalah tegangan output.
Saat adaptor dipasang:
- Coil 3.3V ALW ≈ 3.3V
- Coil 5V ALW ≈ 5V
- Coil CPU baru muncul setelah laptop dinyalakan.
Apakah coil bisa rusak?
Bisa. Gejalanya antara lain:
- Putus (tidak ada tegangan keluar).
- Nilai induktansinya berubah sehingga regulator tidak stabil (lebih jarang).
- Kaki solder retak.
- Terbakar akibat korsleting.
Namun, coil jauh lebih jarang rusak dibanding MOSFET atau IC PWM. Jika tidak ada tegangan pada coil, penyebabnya sering kali adalah:
- IC charger belum mengaktifkan regulator.
- IC PWM tidak bekerja.
- MOSFET rusak.
- Ada short pada jalur output.
THE END
Comments
Post a Comment
Pesan Anda