Laman

Minggu, 29 Juli 2007

The Champion of Asia Championship


Sejarah mencatat untuk pertama kalinya Irak mejadi kampium,dalam kesempatan pertandingan final piala asia 2007,semalam 29/07/2007.Mungkin moment ini dapat menjadi ajang mempersatukan Irak,semenjak Rezim Saddam Hussein runtuh.Yg selama ini berkecamuk perang saudara yg tidak sidikit menelan korban dari Rakyat sendiri..................Irak menciptakan sejarah di final pertamanya di Piala Asia.
Tim besutan Jorvan Vieira itu tampil sebagai juara setelah mengalahkan
Arab Saudi 1-0.


Dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu
(29/7/2007), yang disaksikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan
Wapres Jusuf Kalla, serta Presiden FIFA Sepp Blatter dan Presiden AFC
Mohammed bin Hammam, Irak menang lewat gol tunggal Younis Mahmoud di menit
72.

Sukses ini adalah sejarah bagi Irak karena baru kali ini tim berjulukan
"Singa Mesopotamia" itu menjadi yang terbaik di kawasan Asia. Mereka lolos
ke final untuk pertama kalinya pula setelah menyingkirkan tim favorit
Korea Selatan di semifinal.

Sebaliknya, Arab tampil antiklimaks. Penghancur juara bertahan Jepang di
semifinal, The Green Falcons juga gagal mewujudkan ambisinya membuat rekor
empat kali juara.

Irak lebih dulu menekan di menit-menit awal, sejak wasit Mark Shield
(Australia) meniup peluit kickoff. Kans pertama didapat di menit kelima
ketika tembakan Haidar Abdul Amer di depan kotak penalti masih melebar.

Serangan Irak berlanjut dua menit kemudian. Younis mencoba melakukan salto
untuk menyambut umpan silang Mahdi Karim, tapi upaya striker bernomor
punggung 10 itu tidak berhasil.

Peluang terbaik Irak datang di menit 27 melalui Karrar Jasim. Ia berhasil
memperdaya dua bek Arab, tapi tendangannya di depan gawang masih bisa
ditepis kiper Yaser Al Mosailem.

Sejak itu permainan mulai berimbang. Arab sudah bisa meladeni pertarungan
di lini tengah. Namun Yasser Al Qahtani dkk masih kesulitan menembus kotak
16 meter karena pertahanan Irak, yang dikoordinir Jassim Gholam dan Bassim
Abbas, tampil solid.

Di lima menit terakhir babak pertama Irak menghasilkan tiga shot on goal
lagi, tapi tetap tak ada yang berhasil melahirkan gol. Adapun kans terbaik
Arab diperoleh Yasser Al Qahtani di menit 43, saat akselerasi dan
tembakannya hanya melahirkan sepak pojok karena terhadang seorang pemain
lain.

Babak kedua tetap berlangsung menarik dengan Irak masih menguasai
permainan. Arab memiliki kesempatan lewat tendangan jarak jauh Taiseer Al
Jassam yang masih bisa ditepis sambil terbang oleh kiper Noor Sabri Abbas.

Semenit kemudian serangan balik dibangun Irak dengan cepat melalui
playmaker Karrar. Umpannya diteruskan Younis dengan tendangan silang, tapi
dapat diblok Al Mosailem. Bola jatuh ke kaki Nashat, dan kembali Al
Mosailem menghentikan serangan tersebut.

Counter attack kembali dilakukan Irak di menit 66. Sebuah umpan silang
Hawar ditanduk Younis, tapi sundulannya melenceng.

Kerja keras Irak akhirnya membuahkan hasil di menit 72. Dari sepak pojok
Hawar, Younis luput dari penjagaan. Ditambah Al Mosailem gagal menjangkau
bola, ia menanduk bola dengan leluasa untuk menggetarkan jala Arab.

Meski tertinggal, Arab gagal memperbaiki permainan. Mereka tak punya
kreasi untuk mengupayakan gol balasan. Sebaliknya, Irak tetap bersemangat
dalam menyerang. Di menit 76 Younis dan Mahdi Karim berturut-turut
mengganggu Al Mosailem, tapi kiper Arab-lah yang menang.

Di masa injury time Arab nyaris mencuri gol balasan ketika sundulan Maleek
Maaz memantul ke tanah mengalahkan kiper Noor Sabri, tapi bola menyentuh
bagian atas jala Irak. Terjagalah kemenangan Irak.
salut buat timnas irak yg mampu mengobati rakyat Irak yg selama ini menderita........